Artikel

Budidaya cabai: Kiat Sukses Budidaya Cabai di Lahan Tegalan, Minim Cahaya Hasil Tetap Mempesona

Budidaya cabai: Kiat Sukses Budidaya Cabai di Lahan Tegalan, Minim Cahaya Hasil Tetap Mempesona


Karlina Indah / 26 Apr 2025

Tegalan merupakan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Salah satu lahan tegalan yang dimanfaatkan untuk menanami tanaman hortikultura yaitu milik Mas Mahfud yang lahannya terletak di Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Di lahan tersebut Mas Mahfud memberanikan diri menanam cabai di bawah naungan pepohonan tinggi. Padahal sudah jelas tantangan yang dihadapi yaitu minim cahaya, kelembaban tinggi, tanaman mengalami etiolasi, biasanya fase vegetative pun lebih lama dan diperparah dengan keadaan curah hujan yang masih tinggi. Namun nyatanya Mas Mahfud bisa menyajikan tanaman dengan keadaan sehat, ada yang mati namun persentase kematian minim dan yang jelas buah super lebat. Kira – kira apa saja sih kiat sukses yang dilakukan Mas Mahfud? Yuk baca penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Kenali Varietas Cabai agar Tak Salah Perawatan

Varietas tanaman tidak hanya berbeda dari segi penampilan, tetapi juga dalam ketahanan terhadap kondisi lingkungan, kecepatan tumbuh, dan produktivitas. Musim tanam kali ini Mas Mahfud memilih varietas drone tavi untuk ditanam di lahannya, alasan pemilihan varietas tahan virus ini memang karena masalah utama di daerah tersebut yaitu serangan virus yang cukup massif. Beliau memang baru pertama kali menanam drone tavi, namun dari segi hasil sangat memuaskan, buah lebat, setiap ruas terdiri dari satu sampai dua buah, bahkan ada yang tiga buah. Selain itu diameter buahnya besar dan dari segi harga berada di bawah tipe tegak namun di atas tipe merunduk. Dibalik keunggulannya, Mas Mahfud juga menganalisis kekurangannya, yaitu serangan jamur penyebab layu dan penyebab busuk batang yang lebih massif dibanding tipe non tahan virus. Karena sudah mengetahui kekurangan tersebut, maka dalam hal perawatan lebih memilih dilakukan perempelan untuk mengurangi kelembaban di area tanaman. Selain itu, dari segi pupuk pun Mas Mahfud lebih berhati – hati untuk mengurangi adanya resiko yang tidak diharapkan karena sudah tahu tantangan dari penggunaan varietas tahan virus yang di tanam di lahan tegalan. Dan faktanya Mas Mahfud bisa menaklukan tantangan tersebu loh Sobat Mitra Bertani. Baca penjelasan lengkapnya di bawah ini untuk mengetahui kiat sukses budidaya cabai di lahan tegalan ala Mas Mahfud.

Kita Sukses Budidaya Cabai di Lahan Tegalan

Suksesnya kegiatan budidaya dimulai dari pemilihan pupuk dasar yang tempat, pupuk dasar yang digunakan Mas Mahfud yaitu hanya pupuk kandang tanpa menambah pupuk kimia, alasanya memang beliau ini Mengetahui kekurangan lahan yang dimiliki jadi lebih memilih dana untuk pupuk dasar dialihkan menjadi nutrisi kocor dan semprot. Pupuk kandang yang sudah terfermentasi di sebar di Tengah bedengan, kemudian di tambah dengan 18 sak dolomit. Kemudian di tambah lagi 2 sak dolomit yang sudah di campur dengan 1 kg asam humat merk dagang POWERSOIL. Setelah itu baru di tutup dengan tanah, diratakan dan di tutup dengan mulsa. Sampai sekarang sudah panen Mas Mahfud belum menggunakan pupuk susulan, beliau lebih terfokus ke pemberian Nutrisi dengan cara kocor dan semprot. Nutrisi kocor yang digunakan yaitu Phospat cair tanpa nitrogen merk dagang MORDENFOL dengan dosis 10 tutup/20 liter yang dikombinasikan dengan asam amino merk dagang PREMINO dengan dosis 40 ml. Pemilihan nutrisi tanpa nitrogen ini bukan tanpa alasan, beliau sengaja menggunakan nutrisi tersebut karena apabila sejak dini sudah menggunakan nitrogen di lahan yang minim cahaya matahari tanaman cabai akan menjulang tinggi, ruas batangnya panjang dan apabila berbunga akan rontok. Apakah dosis yang digunakan tidak terlalu banyak? Jawabannya iya apabila digunakan dilahan normal, di lahan yang minim cahaya penggunaan dosis tersebut pas yang membuat batang kencang dan kokoh. Kombinasi kedua produk tersebut digunakan sebanyak 4 kali. Setelah memasuki usia 40 hst, kocor diganti menggunakan KNO merah yang dikombinasika  dengan kalsium asam humat merk dagang CALHA. Kalsium sengaja di tambah untuk memperlambat penyerapan nitrogen. Aplikasi nutrisi dengan cara kocor ini hanya sampai fase vegetative saja ya Sobat Mitra Bertani, setelah memasuki fase generative di fokuskan pemberian nutrisi dengan cara semprot. Apa saja produk nutrisi yang diberikan dengan cara spray? Baca penjelasannya di bawah ini.

Penyepraian Tanaman Cabai ala Mas Mahfud

Penyeprayan tanaman cabai dilakukan baik pada fase vegetative ataupun fase generative. Nutrisi yang digunakan di fase vegetative yaitu kombinasi antara Morden dan Premino yang di tambah insektisida. Insektisida yang digunakan yaitu bahan aktif sipermetrin merk dagang rizotin dan bahan aktif imidacloprid. Sedangkan di fase generative nutrisi yang digunakan yaitu asam amino dan kalium cair merk dagang KALINET. Asam amino ini tidak untuk rutinan, bisa dua kali semprot kalium kemudian semprot selanjutnya di tambah asam amino. Dosis kalinet yang digunakan yaitu 5 tutup/16 liter air, dan seiring bertambahnya usia dosis selalu di tambah. Saat ini dosis yang digunakan yaitu 7 tutup/16 liter. Kalium dosis tinggi ini untuk menghentikan pupus, menghambat pertumbuhan pupus, dan supaya maksimal di pembungaan dan pembuahan. Hasil dari penggunaan kalinet  ini alhamdulillah buahnya grombol dan bunga tidak rontok. Selain itu, Mas Mahfud juga menggunakan fungisida merk dagang tridium untuk antisipasi patek dan zorvec untuk busuk batang. Tridium digunakan 4 hari sekali, sedangkan zorvec digunakan1 minggu sekali. Walaupun pestisidanya mahal, tapi pemakaian sedikit sehingga tidak terjadi pembengkakan modal. Sebagai langkah antisipasi dari serangan jamur dan bakteri lain, Mas Mahfud menggunakan kombinasi 2 karung dolomit, 400 gram nordox dan 500 gram asam humat merk dagang powersoil yang di tabur di lubang tanam. Dosis penaburan sekitar 1 sendok makan/lubang tanam.

Dalam budidaya tanaman, tidak ada yang tidak mungkin selama kita memiliki kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Setiap tantangan bisa diatasi dengan pengetahuan yang tepat, ketekunan, dan kesabaran. Imposible is nothing, menjadi motto hidup Mas Mahfud dalam budidaya cabai. Dan faktanya dengan terus mengeksplorasi dan mencoba, Mas Mahfud bisa menaklukan lahan tegalan yang sangat dihindari petani untuk menanam cabai. Demikian artikel ini dibuat, selamat dan semangat mencoba. Semoga berhasil ya Sobat Mitra Bertani. Jangan lupa tonton penjelasan lengkapnya di video ini.


Rekomendasi Produk :
MORDENFOL
POWERSOIL
KALINET
CAL-HA
PREMINO