Budidaya Cabai: Perlakuan Sebelum Tanam Tanpa Pupuk Kimiapun Tetap Aman
Karlina Indah / 23 Apr 2025
Budidaya cabai yang sehat dan produktif dimulai dari tahapan awal yang matang, termasuk persiapan lahan dan pemberian agen hayati. Agen hayati (bio-agents) adalah mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman, baik melalui perlindungan terhadap penyakit maupun peningkatan penyerapan unsur hara. Salah satu petani yang tidak pernah absen menggunakan agen hayati yaitu Pak Supi, guru spesialis tanaman cabe asal Kecamatan Guntur Kabupaten Temanggung. Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai pembuatan bedengan ala pak supi, kali ini kita akan belajar lebih lanjut kegiatan yang dilakukan setelah pendiaman lahan. Sedikit tambahan untuk Sobat Mitra Bertani bahwa penggunaan mulsa pada saat kegiatan pendiaman lahan ala Pak Supi ini menggunakan mulsa yang belum di lubangi. Dengan tujuan supaya kegiatan dekomposisi bahan organic lebih sempurna. Apakah berbeda hasilnya dengan menggunakan mulsa yang sudah dilubangi? Tentu saja berbeda, sama halnya dengan ketika kita membuat tape singkong, antara yang di tutup rapat dengan yang masih ada rongganya pasti hasilnya berbeda dari segi tekstur dan rasa. Menutup tanah menggunakan mulsa tanpa lubang ini Bahasa kerennya Solarisasi. Solarisasi merupakan metode pengendalian hama dan penyakit tanah secara alami dengan memanfaatkan panas matahari. Teknik ini efektif untuk membunuh patogen, gulma, dan organisme pengganggu lainnya tanpa menggunakan bahan kimia. Berikut penjelasan lengkap kegiatan yang dilakukan Pak Supi setelah pendiaman lahan:
1. Melubangi mulsa dan membuat lubang tanam. Setelah pendiaman lahan, langkah selanjutnya yaitu melubangi mulsa secara manual menggunakan alat plong. Tujuan pelubangan mulsa yaitu Memberi ruang untuk tanaman tumbuh, Menentukan jarak tanam yang rapi dan seragam dan Mempermudah perawatan dan penyiraman. Setelah mulsa dilubangi kemudian membuat lubang tanam dengan cara di tugal dengan kedalaman disesuaikan ketinggian bibit.
2. Kocor lubang tanam menggunakan mikroba baik seperti M21. Seperti yang kita ketahui bahwa M21 ini emngandung enam jenis bakteri yaitu Lactobacillus sp, azotobacter sp, rhizobium sp, pseudomonas sp, trichoderma sp, actinomucales sp. Bakteri – bakteri tersebut selain membantu mendekomposisi bahan organik juga memiliki banyak manfaat dalam hal pembenah tanah, seperti meningkatkan ketersediaan hara dan mengaktifkan mikroba lokal dalam tanah. M21 juga membantu merangsang pertumbuhan akar dan meningkatkan penyerapan unsur hara, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
3. Menambah Trichoderma merk dagang Biosigma Plus yang di campur dengan pupuk organic granul merk dagang semanggi. Perbandingan yang digunakan Pak Supi yaitu 2 kg Biosigma Plus di tambah 75 kg pupuk semanggi. Dosis penggunaan dari kedua bahan tersebut yaitu 1 sdm/lubang tanam. Dosis tersebut bukan dosis patokan ya Sobat Mitra Bertani, karena sifatnya bahan organic jadi semakin banyak semakin baik. Kenapa Pak Supi lebih memilih menambahkan Trichoderma sp? Bahkan pupuk organic yang digunakan pun diperkaya dengan Trichoderma sp. Menurut beliau, penambahan Trichoderma sp ini harapannya untuk menekan jamur patogen khususnya Fusarium oxysporum, beliau juga berprinsip bahwa Trichoderma ini jamur tanah, dia akan selamanya di tanah walaupun tanamannya sudah di bongkar. Selain itu, Trichoderma juga berperan sebagai decomposer dan pembenah tanah. Jadi lebih ke investasi menjanjikan untuk masa yang akan datang.
4. Menambah mikoriza. Mikoriza adalah jamur tanah yang membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tanaman. Dalam hubungan ini, mikoriza membantu tanaman menyerap unsur hara dari tanah (terutama fosfor), dan sebagai gantinya, tanaman memberikan senyawa karbon (makanan) untuk mikoriza. Setelah lubang tanam siap dan di kocor menggunakan Trichoderma langkah selanjutnya yaitu penanaman. Sebelum penanaman Pak Supi menambah Mikoriza merk dagang Micobio, penggunaan mikoriza ini tidak langsung ke semua lahan melainkan sedikit demi sedikit, jadi tambah Mikoriza langsung di tanam. Berdasar pengalaman Pak Supi mikoriza ini sangat berpengaruh terhadap penyerapan pupuk yang terlihat dari pertumbuhan tanaman. Selain membantu penyerapan unsur hara terkhusus unsur Phospat, mikoriza juga memiliki manfaat lain seperti memperluas jangkauan serapan air dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen.
Apakah hanya cukup menggunakan bahan organic dan mikroorganisme baik? Nyatanya tanpa pupuk kimia sebagai pupuk dasarpun hasil tanaman Pak Supi melebihi tanaman yang menggunakan pupuk kimia. Penggunaan agen hayati bukan hanya soal menanam cabai tanpa kimia, tapi juga soal membangun ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan. Dengan menggunakan mikroorganisme yang bermanfaat sejak awal, Sobat Mitra Bertani bisa memperoleh tanaman yang lebih kuat, hasil yang lebih stabil, dan lingkungan yang lebih lestari. Menurut Pak Supi, beliau memang sengaja tidak menambah pupuk kimia supaya tidak mengangu penguraian bahan organic dan kinerja dari mikroorganisme yang digunakan. Memang dari segi perawatan terdapat penambahan bahan kimia baik dengan cara kocor ataupun semprot. Semua disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, Ingat apabila bagian bawah sudah bagus, bagian atas akan mengikuti dan perawatannya pun akan lebih mudah.
Pak Supi juga berpesan untuk semua Sobat Mitra Bertani berada, bahwa terdapat 5 kunci keberhasilan dalam budidaya cabai, yaitu kesuburan tanah, doa, ilmu, cuaca atau musim serta pasar atau harga. Ingat tidak ada petani paling pinter dan selama kegiatan budidaya tidak ada yang sempurna. Pertanian itu dinamis. Hari ini cuaca cerah, besok hujan lebat. Hari ini pupuk cocok, musim depan bisa jadi gagal. Ilmu dan teknologi pertanian terus berkembang, dan tantangan di lapangan selalu berubah-ubah. Nggak ada satu cara tanam yang berlaku selamanya. Justru, yang sukses adalah mereka yang mau terus mencoba, gagal, belajar, dan bangkit lagi. Demikian artikel ini dibuat, selamat mencoba dan semoga berhasil. Jangan lupa saksikan penjelasn lengkap melalui video berikut ini.
Cari
KATEGORI : |
|---|
| Berita Inspirasi |
| Solusi Masalah |
| Kiat Pertanian |
| Pengetahuan |
Rekomendasi Produk : |
|---|
| POWERSOIL |
Tags : |
|---|
| Lain-lain |
Rekomendasi Produk : |
|---|
| POWERSOIL |