Artikel

Cabai Angkasa 89 vs Absolut 69: Mana yang Lebih Unggul?

Cabai Angkasa 89 vs Absolut 69: Mana yang Lebih Unggul?


Karlina Indah / 29 Mar 2025

Cabai merupakan tanaman dari genus Capsicum yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman ini dikenal karena rasa pedasnya yang berasal dari senyawa capsaicin. Cabai sering digunakan sebagai bumbu dalam berbagai masakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Cabai menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Dalam budidayanya, pemilihan varietas yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Varietas sering digunakan untuk mengelompokkan cabai yang memiliki perbedaan morfologi, seperti bentuk daun, warna bunga, atau ukuran buah. Dalam bidang pertanian, varietas juga merujuk pada jenis tanaman yang telah dikembangkan untuk memiliki sifat unggul tertentu, seperti ketahanan tanaman terhadap hama, virus, kekeringan atau hasil panen yang lebih tinggi. Dua varietas cabai yang cukup populer di kalangan petani saat ini yaitu varietas Absolut 69 dan Angkasa 89. Keduanya merupakan varietas dengan tipe yang sama yaitu varietas tahan virus tipe merunduk, bahkan dari Perusahaan yang sama pula yaitu dari PT. Benih Merdeka Tani. Banyak sekali keluhan petani yang bingung memilih antara kedua varietas ini. Untuk menjawab kebingungan tersebut, artikel kali ini akan membahas perbedaan dari kedua varietas tersebut. Apa saja perbedaanya? Yuk Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

1. Jumlah tunas air

Tunas air adalah tunas yang tumbuh di sela-sela batang utama dan cabang utama tanaman cabai. Tunas ini biasanya muncul di ketiak daun atau di ruas batang yang belum berbuah. Tunas air bisa berperan dalam menambah jumlah cabang produktif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah bunga dan buah. Dari segi jumlah tunas air, cabai Angkasa 89 memiliki tunas air yang lebih banyak di banding dengan cabai Absolut 69. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, tunas air dapat menyebabkan tanaman terlalu rimbun sehingga menjadi sarang penyakit dan tempat persembunyian hama. Tunas air yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan persainagn dengan bagian utama tanaman dalam menyerap nutrisi, terutama fosfor (P) dan kalium (K) yang diperlukan untuk pembentukan bunga dan buah. Jika tidak dikendalikan, tanaman bisa lebih fokus pada pertumbuhan tunas dan daun daripada hasil panen. Oleh karena itu, dalam segi kebutuhan nutrisi varietas cabai Angkasa 89 membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak di banding cabai Absolut 69. Mengingat jumlah tunas air yang sangat banyak ini, tidak sedikit petani yang melakukan perempelan tunas air dan hanya menyisakan batang utama saja. Berikut merupakan contoh bukti tunas air Angkasa 89:

2. Ruas batang

Ruas batang cabai adalah bagian batang yang terletak di antara dua buku (node), tempat tumbuhnya daun, cabang, tunas, atau bunga. Semakin panjang ruas batang, maka tinggi tanaman akan cenderung lebih tinggi karena adanya pertambahan jarak antar buku. Sebaliknya, jika ruas batang pendek, tanaman akan memiliki struktur yang lebih kompak dan tidak terlalu tinggi. Selain itu, tanaman dengan ruas batang yang terlalu panjang bisa lebih rentan terhadap angin atau hujan, sehingga mudah roboh. Cabai Varietas Angkasa 89 memiliki ruas batang yang lebih pendek dibanding varietas Absolut 69. Sehingga tanaman tidak terlalu tinggi, kokoh dan tidak mudah roboh.

3. Jumlah Bakal buah

Bakal buah cabai adalah bagian dari bunga tanaman cabai yang akan berkembang menjadi buah setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Bakal buah ini terdapat di dalam ovarium bunga dan mulai membesar setelah sel telur dalam ovarium berhasil dibuahi oleh serbuk sari. Seiring waktu, bakal buah akan tumbuh menjadi cabai yang matang. Varietas Angkasa 89 memiliki bakal buah yang lebih banyak, yaitu 2 atau 3 per ruas. Sedangkan varietas Absolut 69 memiliki bakal buah antara 1-2 per ruas. Bakal buah yang tinggi pada varietas Angkasa 89 ini menjadi sebuah keunggulan, namun banyak petani yang menganggap ini sebuah kekurangan karena dengan bakal buah yang banyak diiringi dengan kerontokan yang tinggi pula. Selain kerontokan yang tinggi, biasanya ukuran buahpun tidak sebesar keterangan yang ada di kemasan. Padahal kasus tersebut terjadi apabila petani tidak mampu memberikan nutrisi dengan jumlah yang sesuai kebutuhan tanaman dan waktu pemberian yang kurang tepat. Jika tanaman tidak mendapatkan cukup unsur hara seperti kalsium, fosfor, dan kalium, bakal buah bisa rontok karena tidak mendapat dukungan untuk berkembang. Dikarenakan jumlah bakal buah yang berbeda, pemberian nutrisi yang diberikanpun harusnya berbeda. Jumlah nutrisi yang diberikan seharusnya lebih banyak varietas Angkasa 89 dibanding varietas Absolut 69. Hal ini sama seperti kita, memberi makan 5 ayam pasti akan lebih banyak dibanding memberi makan 2 ayam, apabila diberikan dalam jumlah sama berakibat ayam tidak kenyang, pertumbuhanpun tidak normal. Berikut gambar bakal buah varietas Angkasa 89:

Berdasar penjelasan di atas memang lebih menarik varietas Angkasa 89 ya Sobat Mitra Bertani. Tapi ingat, pemilihan dari kedua varietas tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan Sobat Mitra Bertani ya, Angkasa 89 memang menarik tapi membutuhkan  perawatan dan nutrisi yang lebih di banding Absolut 69. Dari perbandingan dua varietas yang sama – sama bagus ini membuktikan bahwa benih yang bagus harus di tunjang dengan pengetahuan dan pemahanan yang mumpuni, sehingga tau bagaimana cara melakukan perawatan dan juga memahami apa yang kita tanam. Demikian artikel ini di buat, Selamat memilih dan semangat mencoba. Jangan lupa saksikan penjelasan lengkap di video ini.