Artikel

Budidaya Melon : Jelajahi Mudahnya Perawatan Tanaman Melon di Greenhouse

Budidaya Melon : Jelajahi Mudahnya Perawatan Tanaman Melon di Greenhouse


Angga Syarief / 18 Nov 2023

Greenhouse, atau rumah kaca, adalah lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Keuntungan utama menanam tanaman di dalam greenhouse adalah kontrol yang lebih baik terhadap faktor-faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, cahaya, dan perlindungan terhadap hama dan penyakit. Perawatan tanaman di dalam greenhouse membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan menanam di luar ruangan. Dalam lingkungan yang terkendali ini, kita memiliki kendali penuh atas faktor-faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, cahaya, dan nutrisi. Artikel kali ini adalah lanjutan dari artikel kami sebelumnya, masih bersama dengan Mas Imin, petani muda yang mencoba menanam tanaman melon didalam greenhouse. Kali ini kami akan lebih spesifik membahas tentang kiat perawatan yang beliau lakukan mulai dari tahap awal sampai akhir, simak selengkapnya dibawah ini.

Olah Lahan

Pola tanam yang diterapkan Mas Imin berbeda seperti pada umumnya, dimana budidaya tanaman didalam greenhouse lebih cenderung menggunakan media tanam polybag, tetapi kali ini Mas Imin menggunakan pola tanam bedengan. Tetap menggunakan pupuk dasar, yang beliau gunakan yakni pupuk kandang dan dolomite. Luasan lahan ± 500 m2 beliau menghabiskan 30 karung pupuk kandang dan 15 karung dolomite. Mas Imin menaburkan pupuk kandang dan dolomite secara merata, kemudian beliau bajak dan dibuat menjadi bedengan.

Tidak cukup hanya dua bahan itu saja, ketika bedengan sudah jadi beliau kembali memberikan pupuk NPK Phonska yang ditaburkan merata dipermukaan bedengan. Kemudian beliau juga turut aplikasikan asam humat “POWERSOIL” dengan dosis 5 SDM/100 liter air. Dalam larutan 100 liter air tersebut, kemudian beliau ambil kisaran 10 liter air dan disiramkan merata pada bedengan menggunakan gembor. Pertimbangan beliau mengaplikasikan asam humat karena tanah pada lahan beliau sudah digunakan berkali-kali. Secara kondisi tanah, tentu tidak seoptimal seperti tanah lahan baru. Maka dari itu, peran asam humat disini sebagai memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologis tanah.

Tentang Varietas

 Tidak cukup satu varietas, Mas Imin mencoba menanam beberapa varietas, yakni varietas melon Carribean Gold, Raily, dan Adinda. Sengaja sejak awal, menanam 3 varietas sekaligus.

Sistem Pengairan

Sistem pengairan yang beliau gunakan yaitu dengan selang drip. Pengairan beliau lakukan mulai fase vegetatif setiap pagi hari dengan dosis per tanaman 120 ml. Pengairan ini beliau lakukan secara rutin setiap harinya dan dilakukan sampai fase generatif dengan dosis pe tanaman yang sama.

Pemupukan Tanaman

Proses pemupukan via kocor mulai beliau lakukan ketika tanaman berumur 5 HST dengan interval 5 hari sekali. Menggunakan pupuk racikan tersendiri dan asam humat “POWERSOIL” dengan dosis 5 SDM/100 liter air. Interval pengocoran beliau setiap 5 hari sekali dan dilakukan sampai tanaman berumur 65 HST. Asam humat menjadi bahan yang wajib bagi beliau sebab tujuan Mas Imin adalah untuk memperbaiki struktur tanah dan menjaga pH tanah tetap dalam kondisi stabil.

Pengendalian Thrips

Sejak awal beliau menjelaskan bahwa tanaman melon mulai rentan serangan akan thrips di umur 5-20 HST. Langkah pengendalian beliau yakni aplikasi insektisida bahan aktif abamectin dan imidakloprid yang diaplikasikan secara rolling/bergantian. Interval spray yang beliau aplikasikan, menyesuaikan dengan kondisi tanaman. Bila dilakukan sebagai langkah preventif/pengendalian beliau lakukan 3 hari sekali dan apabila mulai tampak gejala serangan beliau rutinkan menjadi 2 hari sekali. Pengaplikasian insektisida ini beliau aplikasikan di fase vegetatif saja, ketika tanaman sudah memasuki fase polinasi beliau berhentikan aplikasi insektisida.

Aplikasi Fungisida

Pengamatan beliau selama berbudidaya tanaman melon didalam greenhouse, untuk serangan jamur mulai rentan ketika memasuki fase pembuahan / generatif. Oleh sebab itu, ketika memasuki fase polinasi sampai berbuah, Mas Imin mulai mengaplikasikan fungisida. Menggunakan fungisida bahan aktif Mankozeb 80%, Fluopikolid 6% Propineb 66.7% serta mefenoksam 4% mankozeb 64 % yang beliau aplikasikan secara rolling/bergantian. Selalu beliau rolling aplikasi fungisida dengan tujuan agar jamur tidak resisten.

Sistem Polinasi

Sistem polinasi adalah proses pemindahan serbuk sari dari bagian bunga jantan ke bagian bunga betina pada tanaman untuk menghasilkan biji dan buah. Sistem polinasi ini biasa dibantu agen polinasi seperti serangga, tetapi mengingat budidaya di dalam greenhouse serangga akan minim ditemukan sehingga perlu bantuan manusia untuk melakukan sistem polinasi secara manual. Sistem polinasi beliau lakukan ketika tanaman berumur 23 – 28 HST. Menurut beliau, akan dimulainya sistem polinasi bisa dilihat adanya tanda bunga betina yang sudah mekar. Memang harus jeli selalu monitoring kondisi tanaman, tepatnya di umur 20 – 30 HST. Bila sampai terlambat polinasi, bisa jadi bunga betina akan kembali kuncup dan bisa mengakibatkan gagal pembuahan.

Perlakuan Tanaman

Menerapkan sistem engkel atau fokus batang utama dan memangkas tunas air. Sistem engkel atau memelihara batang utama pada tanaman melon di dalam greenhouse memiliki tujuan untuk mengatur pertumbuhan tanaman dan memaksimalkan produksi buah. Dalam sistem engkel, tanaman melon dipangkas pada bagian tunas air dengan memelihara satu atau beberapa sulur saja. Hal ini dilakukan untuk mengarahkan energi tanaman ke pertumbuhan buah yang lebih baik. Dengan memelihara batang utama dan membatasi jumlah sulur yang tumbuh, tanaman melon dapat mengalokasikan sumber daya dan nutrisi yang tersedia dengan lebih efisien. Ini membantu dalam pembentukan buah yang lebih besar dan berkualitas. Pemangkasan pada tanaman melon juga membantu mengendalikan pertumbuhan tanaman agar tidak terlalu lebat dan memungkinkan sinar matahari dan udara mengalir dengan baik di antara tanaman. Hal ini dapat mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan sirkulasi udara di dalam greenhouse. Ketika memasuki umur 45 HST, kemudian beliau melakukan sistem toping atau pangkas pucuk dengan tujuan alokasi nutrisi tersalur saat pembentukan buah.

Pengoptimalan Kadar Manis

Nilai jual tinggi buah melon selain dari segi bobot buah juga tergantung pada tingkat manis buah yang dihasilkan. Dalam meningkatkan kadar manis buah melon, Mas Imin mempunyai strategi tersendiri yaitu ketika memasuki masa panen, 5 hari sebelum pemetikan beliau hentikan pengairan dan berfokus pemberian nutrisi yang banyak mengandung unsur kalium seperti pupuk KCL.

Demikian artikel ini kami buat semoga bisa menginspirasi, selengkapnya bisa ditonton disini.


Rekomendasi Produk :
POWERSOIL